MASAMBA — Kegiatan Karnaval Budaya yang bertajuk Masamba Culture Carnaval yang diadakan didepan Rujab Bupati Luwu Utara, kamis (15/04) kemarin, menjadi sorotan warga dan sejumlah tokoh masyarakat.

Pasalnya, kegiatan yang digelar Pemda Luwu Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menampilkan kostum yang dinilai tidak beradab dan tidak mencerminkan budaya lokal.

Karnaval yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI tersebut, tampak sejumlah peserta memakai kostum yang “nyeleneh” bahkan ada pria yang gunakan pakaian dalam wanita (BH) tanpa gunakan baju.

Anggota DPRD Luwu Utara, Karemuddin, bereaksi keras atas kejadian tersebut. Ketua Partai PAN tersebut menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sangat memalukan.

“Apa serendah ini budaya di kampung kita, jangan pamerkan hal-hal yang membuat orang berdosa karena kita,” kecam Karemuddin, Jumat (16/08).

Politisi senior itu juga mengingatkan bahwa Luwu Utara mengusung visi misi religius dan harusnya tidak ternodai dengan cara yang tidak beradab.

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Masamba, Hamidun Paturusi juga menyayangkan kejadian tersebut.

“Saya lahir dan besar di Masamba. tidak pernah saya lihat pakaian adat seperti itu. Ini adalah bentuk pelecehan budaya dan akan kami polisikan hal ini,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak panitia terkait pemakaian kostum pada kegiatan karnaval tersebut. (*)

Laporan : Muh. Ibnu Mattangaran.

Facebook Comments