MASAMBA — Melihat ada indikasi pembungkaman kebebasan pers di Luwu Utara akhir-akhir ini, Divisi Pengawasan dan Etika (Wastik) Jurnalis Online (JOIN) Luwu Utara, Mursalin Mansyur angkat bicara.

Menurutnya, belakangan ini terjadi pembungkaman terhadap kebebasan rekan-rekan wartawan khususnya di Luwu Utara dalam melakukan penyebaran informasi.

“Salah satu bukti yakni ketika teman-teman meng-share link berita medianya di salah satu group facebook yakni ‘Kabar Luwu Utara’. Link berita tersebut dihapus dengan sengaja oleh admin group tersebut, kenapa harus dihapus ? Ada apa,” ujar Mursalim Mansyur, Rabu (29/05), pagi

Terlebih lagi ketika berita yang dimuat oleh rekan-rekan pers adalah berita sorotan tentang kebijakan pemerintah daerah yang terindikasi dan dianggap tidak berpihak ke masyarakat.

“Hal yang sama saat Kabag Humas men-kick dua jurnalis dari grup Humas Pemda di aplikasi Whatsapp. Padahal harusnya grup itu jadi tempat berbagi rilis dan menjalin komunikasi tanpa baper,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa sepanjang masih dalam koridor dan bekerja sesuai pedoman media siber, para jurnalistik jangan gentar untuk bekerja sebagai penyebar informasi.

“Oleh karena itu, buat para pejabat atau individu yang merasa dirugikan karena pemberitaan, berupayalah untuk menggunakan hak jawab di media yang bersangkutan, bukan mengklarifikasi di media lain,group WA lain atau sampai mempidanakan wartawan, pahami aturan dengan baik,” kuncinya. (*)

Sumber : Divisi Wastik JOIN Luwu Utara

Facebook Comments