MASAMBA — Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum di Luwu Utara kembali dikeluhkan oleh warga yang menjadi pelanggannya.

Sebelumnya perusahaan plat merah tersebut sering dikeluhkan warga karena seringnya suplai air tidak mengalir ke rumah pelanggan hingga berhari-hari.

Kini, warga kembali mengeluhkan adanya tagihan air yang melonjak tinggi dari biasanya dengan tidak wajar.

“Saya biasanya membayar pertiga bulan hanya kisaran 150 ribu rupiah saja, tapi sekarang hampir 300 ribu padahal penggunaan normal” ujar Dedi, salah seorang warga perumahan Puncak Indah Masamba.

Dedi juga mempertanyakan bagaimana sistim pencatatan meteran air karena menurutnya ia bahkan jarang mendiami rumahnya dalam tiga bulan terakhir ini.

“Walau selisihnya tidak seberapa tapi hal ini menunjukkan bahwa manajemen di PDAM tidak transparan dan condong mengada-ngada” lanjut Dedi.

Ia juga meminta agar pemerintah Luwu Utara agar mengevaluasi kinerja pihak PDAM agar tidak merugikan masyarakat kecil.

“Semoga anggota DPRD gunakan fungsinya sebagai kontrol agar melakukan hearing terhadap direktur PDAM Luwu Utara” pungkasnya.

Sementara itu awak media kesulitan menemui Direktur PDAM Luwu Utara, Aris. Karena tidak dapat ditemui dikantornya dan bahkan tidak mengangkat telepon serta membalas pesan singkat yang dikirimkan. (*)

Penulis : Ibnu

Facebook Comments