LUWU UTARA — Terkait transparansi indeks K dalam. penentuan harga beli sawit, diadakan rapat pertemuan tim task force dengan pihak manajemen PT. Jas Mulia, Kamis (15/11) kemarin.

Rapat yang diadakan di ruang rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Luwu Utara dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Abdul Mahfud.

“Pertemuan ini untuk menindaklanjuti rapat sebelumnya dan meminta perusahaan kami menjelaskan kondisi seputar anjoknya harga pembelian sawit belakangan ini,” ujar General Manager PT Jas, Darmawansyah Pasande, Jumat 16 November 2018.

Berikut hasil kesimpulan pada pertemuan tersebut :

1. Harga pembelian sawit dari petani telah sesuai dengan SK gubernur yg penetapannya melibatkan seluruh komponen para pihak yg terkait.

2. Perubahan harga disebabkan anjloknya harga pembelian CPO dunia yg turun.

3. Terkait dengan masalah potongan, dijelaskan bahwa hal tersebut mengacu kepada beberapa kriteria yg sudah diatur dalam permentan tentang kualitas sawit.

“Kualitas sawit yang dimaksud adalah mengenai buah busuk, buah mentah, tandan kosong, tangkai panjang, buah anggur dan lainnya,” pungkas Darmawansyah Pasande. (*)

Penulis : Ibnu

Facebook Comments